Minggu, 28 September 2014 - 23:02:39 WIB
Dana Bantuan Siswa Miskin SDN Kertayasa 01 Diselewengkan
Diposting oleh : Jabur Pantura
Kategori: Hukum Kriminal - Dibaca: 7533 kali


 

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Sekolah Dasar Negeri (SD Negeri) 01 di Desa Kertayasa kecamatan Kramat kabupaten Tegal diduga menyelewengkan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk kegiatan lain.Bantuan Siswa Miskin (BSM )  SD Negeri 01 Kertayasa 1, tidak menyalurkan BSM dalam bentuk uang kepada siswa penerima, namun dana itu dibelikan seragam, sumbangan paving, infak, adminitrasi, baju batik.

Salah seorang tua wali murid SD Negeri Kertayasa 01, yang namanya enggan dikorankan mengatakan,  pihak sekolah memang sudah mengumpulkan semua wali murid dan Komite Sekolah untuk merealisasikan bantuan dana BSM, Namun karena keterbatasan pengetahuan aturan ( Juknas- jukns ) tentang dana BSM dan penggunaannya, sehingga waktu dikumpulkan banyak wali murid kecewa setelah menerima dana BSM tersebut. “  Kami merasa kecewa atas tindakan pihak sekolah dengan  membuat aturan sendiri. Kami saat musyawarah di sekolah secara tidak langsung di suruh menyepakati apa yang di kehendai pihak sekolah. Sambil menunjukan rincian data pemotongan BSM yang di dapat dari kepala sekolah. Kami merasa kecewa, karena di bohongi, seharusnya pihak sekolah jangan main potong- potong dulu, itu dana BSM kan hak siswa bukan hak sekolah , harusnya minta persetujuan dari wali murid penerima BSM ,”cetusnya kepada Kabar Rakyat.

Dana itu katanya,oleh pihak sekolah sudah dipergunakan untuk pembelian baju batik Rp 25.000, bayar administrasi Rp 10.000, untuk amal jariyah Rp 15.000, sumbangan pembelian paving Rp 100.000. “ Seharusnya  setiap siswa menerima Rp 425.000  per siswa. Namun kenyataannya yang di terima per siswa hanya Rp 275.000. Dengan alasana untuk  sumbangan pembelian paving Rp 100.000, membeli baju batik Rp 25.000, bayar administrasi Rp 10.000, dan untuk jariyah Rp 15.000.Total pemotongan sebesar Rp. 150.000,” tandasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya beberapa wali murid yang mengajukan keberatan dengan rencana sekolah itu. Sebab BSM merupakan hak siswa miskin yang sudah terdaftar sebagai penerima. Namun keberatan dari wali murid itu kurang mendapat respon dan pihak sekolah terkesan memaksakan kehendaknya.“Apa boleh pembelian seragam dari  BSM dikoordinir kepala sekolah. Dan apa benar, dana BSM dibangun sekolah. Pembangunan itu kan sudah ada anggaran tersendiri,” katanya.

Lebih dari itu, pembelian baju seragam batik itu juga dinilai tidak sesuai kebutuhan siswa, karena kebanyakan dari mereka masih memiliki seragam yang layak pakai. Oleh karenanya, mereka sangat mengharapkan dana itu diberikan utuh, agar bisa digunakan untuk kepentingan lain yang menunjang kebutuhan pendidikan murid.

Diakui Kepala Sekolah Dasar (SD) 01 Kertayasa Kecamatan Kramat, Teguh Rahayu Santoso, kepada Kabar Rakyat dana BSM yang diterima adalah Rp. 425ribu/siswa. Teguh membantah jika ada potongan dalam penyaluran dana BSM kepada siswa penerima. Hanya saja, Teguh mengaku, uang sebesar Rp. 150 ribu/siswa yang diambil dari dana BSM diperuntukkan menindaklanjuti program komite sepert, papingisasi lapangan bola volly, baju batik untuk keseragaman, amal jariyah dan administrasi. 

BSM Dilarang Dipotong dan Diambali Kolektif

Pakar hukum dan pemerhati dunia pendidikan Tangguh Bahari, SH, MH, mengatakan, ada aturan baru, dana BSM tersebut tidak dibolehkan diambil secara kolektif, melainkan wajib diambil secara perseorangan oleh penerima dan tidak potongan apapun. Menurutnya , kebijakan sekolah dengan membelanjakan dana BSM milik siswa itu jelas melanggar aturan.”realisasi dana BSM di SDN Kertayasa 01 terindikasi menyalahi aturan juknis dalam penerapanya, ini tugas penegak hukum untuk dapat menindaklanjuti, agar program pemerintah kedepan dapat tepat sasaran,”paparnya .(Jaylani Iqbal /KR)




BERITA TERKAIT