Selasa, 05 Desember 2017 - 20:17:15 WIB
Bank Mandiri Hearing dengan DPRD Kab Tegal Bahas Ganti Rugi Lahan Eks Lokalisasi Gang Sempit
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Politik dan Parlemen - Dibaca: 67 kali


Komisi I DPRD Kabupaten Tegal dengar pendapata bersama Bank Mandiri Cabang Tegal.( Foto:Makmur/KBk)



Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Komisi I DPRD Kabupaten Tegal mengadakan hearing  dampak dari klaim tanah dengan Bank Mandiri Cabang Tegal, membahas ganti rugi  tanah di eks lokalisasi kampung Gang Sempit (GS) RT 1 RW 1 Desa Maribaya Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal yang hingga kini masih belum jelas. Rabu ( 05/11/2017) diruang komisi I DPRD setempat.

Pantuan kabarberitaku.com, pertemuan kecil diruangan komisi I DPRD Kabupaten Tegal ,dihadiri ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Agus Salim,SE, anggota komisi I, Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Tegal,  Dadang Darusman,perwakilan dari pihak Bank Mandiri Tegal.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Bank Mandiri Tegal memaparkan rencana "ganti rugi" warga di RT 1 RW 1 Desa Maribaya, juru bicara dari Bank Mandiri Tegal, Moersyid, mengatakan, bahwa pihak Bank Mandiri siap memberikan ganti rugi kepada puluhan warga yang menempati tanah di RT 1 RW 1 Desa Maribaya.

" Kami dari Bank Mandiri Tegal sudah menyampaikan kepada pimpinan Pusat soal, adanya uang ganti rugi atau yang kami sebut uang Rohiman, rencananya kami akan memberikan uang Rohiman sebesar Rp. 20 juta/warga yang terdampak akibat persoalan ini, selain uang Rohiman ada uang ganti bangunan sebsar 5 persen dari nilai bangunan, yang berdiri diatas tanah Bank Mandiri," jelas Moersyid perwakilan dari Bank Mandiri Tegal, kepada ketua Komisi I DPRD, Agus Salim dan anggota Komisi.

Kemudian lanjut Moersyid, pihaknya berharap agar permasalahan antara Bank Mandiri dengan warga di RT 1 RW 1 Desa Maribaya dapat diselesaikan dengan secepatnya." Kami berharap segera ada titik temu, oleh karena itu kami memminta kepada Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, dapat memfasilitasi Bank Mandiri bisa bertatap muka dengan warga, untuk musyarawarah dengan warga langsung," jelasnya.


Sementara ketua komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Agus Salim,SE, kepada kabarberitaku.com, menyampaikan bahwa pertemuan dengan pihak Bank Mandiri, merupakan tindaklanjut dari aduan Paguyuban Gotong Royong Gang Sempit Warga  RT 1 RW 1 Desa Maribaya Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal .Pasalnya  tanah yang saat sebelumnya  menjadi tempat prostitusi di wilayah pantura itu, kini di klaim milik Bank Mandiri.

" Pertemuan komisi I DPRD Kabupaten Tegal , dengan pihak Bank Mandiri, merupakan tindaklanjut dari  keluhan sejumlah warga Gang Sempit ( GS-red) untuk meminta bantuan agar bisa mencarikan solusinya. Oleh karena itu komisi I bertemu untuk membahas soal ganti rugi yang akan diberikan Bank Mandiri kepada warga yang sebelumnya menempati lahan yang diklaim milik Bank Mandiri tersebut," jelasnya

Politisi asal PKB ini, mengatakan, akan mempertemukan warga GS dengan pihak Bank Mandiri." Kami secara singkat sudah menerima penjelasan Bank Mandiri soal ganti rugi tersebut, namun agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah, maka Komisi I akan memfasilitasi Bank Mandiri bertemu dengan warga untuk membahas ganti rugi tersebut, intinya tujuan dari pertemuan ini, untuk meredam keresahan warga dan melokalisir isu yang tidak benar, soal kapan akan dipertemukan nanti kami atur jadualnya,"ujarnya.

Seperti diketahui Paguyuban Gotong Royong Gang Sempit Desa Maribaya  mendapat surat terkait yang intinya memberikan informasi mengenai kepemilikan lahan sekitar 5 hektar yang menjadi milik Bank Exim pada waktu itu dan sekarang bank tersebut telah demerger menjadi Bank Mandiri. Yang menjadi persoalan, lahan tersebut tidak hanya berada di Gang Sempit yang berada di utara jalan, tetapi tanah yang ada di sebelah selatan jalan juga masuk dalam kepemilikan. (Makmur/Kbk)




BERITA TERKAIT