Kamis, 30 November 2017 - 17:15:28 WIB
Ikatan Mahasiswa Tegal Sesalkan Statement Penyidik Polres Tegal , Soal Pencaplokkan Lahan Pertanian
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Hukum Kriminal - Dibaca: 441 kali


Ikatan Mahasiswa Tegal Seluruh Indonesia Korda Jateng memberikan keterangan Pers.(Foto: Soleh /KBk)

Kabarberaitaku.com, ( Slawi )- Ikatan  Mahasiswa Tegal Seluruh Indonesia  (IMT-SI) Kordinator Tegal menyesalkan, penyataan penyidik Kepolisian Resort Tegal , IPDA Mu Min disebuaah media cetak lokal,  terkait pelaporan Ikatan Mahasiswa Tegal Seluruh Indonesia atas dugaan pencaplokan lahan pertanian oleh sebuah perusahaan yang bergerak dibidang beton rigid di Desa Timbangreja kecamatan Lebaksiu kabupaten Tegal

 

Menurut ketua IMT- SI Korda Tegal, Saekhul Hadi , bahwa pihak kepolisian menyatakan bahwa  pihak perusahaan yang berdiri diatas jalur hijau tersebut  berhasil menunjukkan dokumen UKL/UPL surat izin dari pemerintah desa setempat, IMB, daftar perusahaan, dan semua izin prinsip sebuah perusahaan telah dikantonginya.

 

Atas statemen tersebut, lanjut Saekhul, dokumen UKL/UPL yang dimaksud oleh pihak kepolisian disinyalir hanyalah dokumen lampiran persyaratan saja, dan belum terpenuhi, mengingat belum terbitnya dokumen rencana Kota (SKRK) (belum merupakan dokumen final UKL/UPL). Termasuk IMB yang dimaksudkan bukanlah IMB untuk keperluan industri, melainkan IMB yang dimaksud oleh penyidik Polres Tegal  adalah IMB untuk perkantoran dan perdagangan (bukan industri-red).

 

“ Maka kami sampaikan dan tegaskan agar tidak ada informasi “pengaburan”. Karena kami pastikan, IMB untuk industri tidak pernah dikeluarkan oleh pejabat terkait. Izin daftar perusahaan dan izin prinsip lainnya yang dimaksud penyidik dalam statmennya di media,  adalah izin perkantoran dan perdagangan. Sama sekali bukan ijin industri. Hal ini perlu dipertegas dan menjadi bahan kajian bersama. Apalagi penyidik Polres Tegal menyatakan perusahaan ini menurutnya belum mulai beroperasi secara resmi dan pembangunan pabrik baru selesai sekitar 60 persen. Dari hasil data yang dihimpun IMT- SI diperoleh melalui berbagai sumber , perusahaan tersebut sudah beroperasi dan melakukan aktifitas produksi dan pekerjaan,  sekitar 2 bulan,”paparnya kepada wartawan  dalam jumpa pers, Kamis ( 30/11/2017), di Rumah Makan Cahaya Bulan

 

Saekhul menilai statement penyidik di yang termuat di media dimaksud, menunjukan bahwa penyidik Polres Tegal tidak profesional.  “ Statemen penyidik jelas menjelaskan dan menemui adanya Industri produksi kontruksi yang bergarak dibidang  beton ( Readymix-red) .Namun penyidik  tidak kritis dan membaca, dokumen yang oleh penyidik adalah dokumen perkantoran dan perdagangan. Ini kan aneh jelas dokumen yang diterima penyidik adalah  ijin perkantoran, bukan pabrik konstruksi beton,ini sangat aneh. Kami juga menyayangkan pernyataan penyidik Polres Tegal yang  menyatakan dari hasil cek lapangan yang dilakukan , tidak ditemukan adanya indikasi pabrik tersebut berdiri di lahan hijau,” ujarnya menirukan pernyataan penyidik.

Saekhul menyatakan, bahwa statemen penyidik Polres Tegal dalam persoalan pencaplokan lahan pertanian di Desa Timbangreja kecamatan Lebaksiu tersebut oleh sebuah usaha beton, bersifat pengaburan bukan hasil akhir dari kesimpulan formil.

“ Sesuai Peraturan tentang Tata ruang tertuang dalam Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 26 Tahun 2007TentangPenataan Ruang dan ditegaskan kembali secara teknis melalui rencana tata ruang wilayah kabupaten tegal tahun 2012 – 2032 (peta rencana pola ruang) -Terlampir. Atas dasar tersebut, maka tim yang harusnya dibentuk adalah tim validasi dari pejabat Lingkungan terkait yang berwenang agar kesimpulannya mempunyai kekuatan hukum,”pungkasnya.( Makmur/Kbk)




BERITA TERKAIT