Minggu, 19 November 2017 - 21:21:52 WIB
Pemandu Lagu Paradiso Tewas, Dewan Tuding Pemkot Tegal Lemah Tegakkan Aturan
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 747 kali


Foto :Dok


Kabarberitaku.com, (Tegal ) - Rupanya Peraturan Walikota (Perwal) No. 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Usaha Karaoke, hanya pemanis belaka. Dimungkinkan Perwal ini hanya sebagai gertal sambal pemerintah kota Tegal, untuk mencari - cari sedikit "rejeki" dari usaha karaoke yang merebak di kota Tegal. Pasalnya pihak Satuan Pamong Pradja Pemerintah kota Tegal dan pihak Badan Pelayanan Perizinan Terpadu ( BP2T). Terkesan tuutup mata dengan adanya peristiwa tewas seorang perempuan yang meninggal diruang rias sebuah karaoke di kawasan jalan Kolonel Sugiono Ruko Graha Mulia Blok B no 16A, Kemandungan, Tegal Barat, Kota Tegal beberapa waktu lalu.


Bahkan kasus tewasnya pemandu lagu tersebut terkesan  sebagai hal biasa dan bukan suatu pelanggaran hukum maupun pelanggaran peraturan yang ada  kota Tegal. Baik pihak kepolisian maupun pihak Pemerintah kota Tegal terkesan tidak berani bertindak tegas atas tewasnya pemandu lagu itu.

Kepala Satpol PP kota Tegal, Joko Syukur saat ditanya bagaimana ketegasan pihaknya dalam kasus tewasnya pemandu lagu saat jam kerja menuturkan, pihaknya hingga saat ini tidak berani memberi sanksi tegas atau menutup tempat karaoke Paradiso.

Menurutnya perkara menutup tempat karaoke itu bukan tanggungjawab Satpol PP melainkan pihak BP2T (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu).

"Perkara menutup tempat karaoke itu kan ada mekanismenya, kami tidak punya kepentingan apa-apa dalam hal ini, justru BP2T lah yang ada kaitannya dalam hal ini" kata Joko saat berbincang-bincang dengan jurnalis Kabar Rakyat, Sabtu (18/11/2017) siang.

"Menutup itu kan ada syaratnya, tidak seta merta langsung ditutup. Dia mati disitu dalam keadaan mabuk, belum tentu dia minum (miras) disitu, pada saat kita operasi disitu satu hari sebelumnya, itu tidak ada minuman keras. Jadi kalau mau menutup mana buktinya?" lanjut Joko.

Belumlam ini , Kepala BP2T kota Tegal, Bajari kepada kabarberita.com,  mengatakan, kewenangan menutup tempat karaoke yang telah melanggar perda itu ada dipihak Satpol PP. "Memang betul yang mengeluarkan izin usaha diskotik maupun karaoke ada di kami, namun soal ketegasan penutupan tempat karaoke yang melanggar itu ada dipihak Satpol PP" kata Bajari.

Keduanya terkesan tidak adanya komunikasi dalam menangani tempat karaoke dan diskotik nakal. Padahal beberapa anggota DPRD kota Tegal sudah cukup geram dengan tingkah managemen tempat diskotik dan karaoke yang nakal.

Hendria Priatmana, anggota DPRD kota Tegal dari fraksi Demokrat Bersatu sempat menegur keras Pemkot Tegal. "Jangan sampai Perda/ Perwal  itu cuma dijadikan petetan (hiasan). Sudah jelas kok Perdanya dan Perwalnya. Sudah banyak pelanggarannya, harusnya ditutup itu (Paradiso-red)" katanya.

Senada dengan Hendria, anggota DPRD kota Tegal dari fraksi Pantura juga menghimbau kepada Pemkot Tegal agar berani menegakkan Perda. "Sekarang itu perdanya sudah jelas. Tidak ada izin untuk usaha diskotik dan karaoke. Kami ingin memperbaiki citra kota Tegal yang terkenal dengan kota seribu PL" kata Fitriani.(Susilo/Kbk)




BERITA TERKAIT