Selasa, 14 November 2017 - 17:04:09 WIB
Penerbitan Kartu Keluarga untuk Perkawinan Siri Versi Disdukcapil Kota Tegal
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 62 kali


Ilustrasi



Kabarberitaku.com, ( Tegal )- Mayoritas penduduk di pulau Jawa menganggap pernikahan merupakan hubungan sakral yang diharapkan bisa sampai akhir hayat. Anak dari hasil hubungan pernikahan sangat dinantikan oleh setiap pasangan suami istri. Setiap anak yang lahir dari hasil pernikahan yang tercatat di KUA secara otomatis akan tercatat dan diakui oleh negara dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran.

Namun bagaimana dengan anak dari hasil pernikahan sirri?

Pernikahan sirri sampai saat ini masih diakui oleh hukum agama islam namun jika dilihat dari sisi hukum negara, nikah sirri tidak diakui. "Ada perbedaan yang tercatat dalam Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran hasil pernikahan yang tercatat di KUA dengan pernikahan sirri. Anak dari kedua status itu sama-sama diakui oleh negara namun dalam pencatatan di KK dan Akte Kelahiran berbeda" kata  Kabid Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Tegal Dorres Indrian Nugroho, Kabid Pencatatan Sipil melalui Sasongko, petugas pelayanan catatan sipil, Selasa (14/11/2017) siang.

Menurutnya, setiap anak yang lahir dari hasil diluar nikah atau hasil nikah sirri, dalam akte kelahiran tidak tercantum keterangan ayah. "anak dari hasil nikah sirri atau diluar nikah, dalam akte kelahiran tidak ada keterangan ayah. Kemudian dalam KK, jika tidak ada suaminya, posisi istri sebagai kepala keluarga maka status hubungan dalam keluarga tercatat sebagai anak, namun jika ada suami sebagai kepala keluarga, meskipun telah nikah sirri akan tercatat famili lain dalam KK" terangnya.


Keterangan yang disampaikan oleh pihak Disdukcapil Kota Tegal, disayangkan oleh pengamat sosial kota Tegal, Rofii Munajat, menurutnya Disdukcapil kota Tegal, kurang update dan memahami aturan. Pasalnya kata Rofii, terdapat aturan terbaru Permendagri No. 9 Tahun 2016, tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran.  
“Dulu kelahiran seorang anak dari orang tua yang melakukan pernikahan siri, tetap berhak mendapatkan Akta Kelahiran. Hanya saja, dalam akta tersebut tidak akan tercantum nama ayah biologisnya. Nah, dengan peraturan baru yang dikeluarkan oleh Mendagri sekarang, nama ayah akan dicantumkan,” ungkapnya menanggapi statemen pihak Disdukcapil Kota Tegal

Selain itu kata Rofii,  setiap orang tua yang melakukan nikah siri tidak tercatat di negara, dan hanya tercatat di keagamaan. Karena dalam ketentuan akta tidak boleh mencantumkan nama ayah melainkan nama Ibu. Akan tetapi dengan adanya perubahan kebijakan Pemerintah Pusat untuk saat sebelum Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan Bagi Masyarakat Nikah di bawah tahun 1974, maka penerbitan akta anaknya dapat cantumkan nama ayahnya, dengan ketentuan mencantumkan surat pertanggungjawaban orang tuanya.

“Mungkin masyarakat masih banyak yang belum tahu, bentuknya sosialisasi kembali. Selama ini kan masyarakat menerjemahkan bahwa setiap anak yang lahir dari pernikahan secara sah di mata agama (nikah siri,-red) namun tak terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA), tidak dapat membuat akta. Itu anggapan yang salah, perlu adanya sosialisasi kembali, agar dalam  melayani semua masyarakat tanpa membedakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rofii  mengatakan, Disdukcapil juga herus gencar mensosialisasikan , apakah  masyarakat cukup datang ke Disdukcapil dengan membawa Kartu Keluarga (KK), KTP dari orang tua, sedangkan untuk anak hasil pernikahan siri membawa KK, dan KTP ibu?.

“ Setahu saya dengan catatan nanti dari orang tua harus ada surat pernyataan pertanggungjawaban bahwasannya itu anaknya. Masalah kelahiran yang lebih dari setahun belum memiliki akta, sekarang tidak perlu lagi melalui proses keputusan pengadilan akan tetapi cukup ketetapan dari Kepala Disdukcapil, dan untuk penerbitan akta kelahiran itu bisa dilakukan berdasarkan domisili bukan lagi peristiwa,” katanya.(Susilo/Kbk)

Rofii menambahkan, Disducapil juga harus menjelaskan kepada masyarakat soal  blangko akta anak itu ada tiga model, ada blangko biasa yakni pernikahan orang tuanya tercatat di negara, kedua blangko dengan catatan nikah sirih, dan ketiga blangko yang hanya mencantumkan nama ibu.(Susilo/Kbk)




BERITA TERKAIT