Selasa, 14 November 2017 - 00:09:31 WIB
Ini Alasan Menteri Susi Larang Penggunaan Cantrang
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 177 kali


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Bupati Tegal Ki Enthus Susmono, dalam pagelaran seni wayang kulit di Tegalsari kota Tegal.(Foto: Susilo/Kbk)

 

Kabarberitaku.com, ( Tegal)- Setelah hampir tiga tahun diharapkan kehadirannya oleh nelayan cantrang kota Tegal, menteri Susi Pudjiastuti akhirnya menemui mereka dalam acara pagelaran seni wayang kulit yang didalangi Ki Enthus Susmono, Senin (13/11/2017) malam.

Dalam kesempatan itu Menteri nyentrik tersebut, membeberkan alasannya melarang beroperasinya kapal cantrang yang tertuang dalam Peraturan Menteri No.71/PERMEN-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Menteri Susi mengungkapkan, permen itu dibuat untuk mengatur regulasi ikan di laut yang pada akhirnya nelayan dan anak cucu merekalah yang merasakan dampak positifnya.

"Tangkaplah ikan yang besar-besar, yang untungnya besar dan terjaga lautnya. Pelarangan ini (kapal cantrang) bukan pelarangan sebetulnya tapi pengaturan supaya njenengan luwih sugih (kalian lebih kaya), supaya tangkapannya lebih banyak," terang Susi.

Menurutnya, jabatan menteri itu jabatan politis yang bisa berganti kapan saja namun dia ingin meninggalkan warisan aturan yang bagus.
"Jabatan menteri itu jabatan politis yang bisa berganti kapan saja, namun saya ingin meninggalkan warisan aturan yang bagus, yang berwibawa supaya asing tidak bisa masuk lagi ke (negara) kita. Kita membuat aturan itu untuk kesejahteraan anda semua" kata Menteri Susi.

Dia juga menghimbau kepada seluruh nelayan Tegal untuk mentaati peraturan supaya kapalnya tidak ditangkapi lagi saat melaut.
"Jangan sampai ada lagi satu surat (ijin berlayar) untuk sepuluh kapal, gunakanlah alat tangkap ikan sesuai aturan supaya kalian tidak ditangkap oleh nelayan daerah lain karena dianggap merusak atau ditangkap petugas kelautan. Silakan tangkap ikan di Natuna atau dimana saja kalian mau, di seluruh laut Indonesia. Sekarang kapal asing sudah tidak ada lagi di laut kita (Indonesia)," papar Susi.(Susilo/Kbk)

 




BERITA TERKAIT