Jumat, 10 November 2017 - 17:37:23 WIB
Warga Mengadu Kecurangan Pilkades ke Wakil Rakyat
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Politik dan Parlemen - Dibaca: 76 kali


Agus Salim bersama ketua DPRD Kabupaten Tegal, A. Firdaus, Asy, SE dan unsur pimpinan DPRD menemui warga Semboja.(Foto:Makmur/Kbk)




Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Warga Desa Semboja kecematan Pagerbarang mengadu ke DPRD Kabupaten Tegal. Jumat (10/11/2017), Mereka menduga, dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Minggu 29 Oktober 2017 lalu ada kecurangan .

Warga desa Semboja yang diterima langsung  ketua DPRD kabupaten Tegal, A. Firdaus,ASy, SE,didampingi , wakil Ketua DPRD  Samsuri BH Nuryadi, Wakil Ketua  DPRD Agus Solichin, SPS dan Ketua komisi I Agus Salim, SE, mengadukan kronologi adanya dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilkades Semboja.

Beberapa hal dugaan kecurangan terjadi diantaranya disampaikan oleh Jono yakni , kecurangan terjadi sejak tahapan pencalonan dimana panitia pilkades tidak netral dengan melakukan pembiaran terhadap banyak ketua RT terlibat mendukung salah satu calon kades ( incumben).Kemudian saat pengambilan nomer urut, incumben diminta untuk mengambil terlebih dahulu nomer urut, yang seharunya ada undian nomer urut. Saat membacakan visi misi juga kembali dengan calon kades yang sama dipersilahkan menyampaikan visi misi.

Pihaknya merasa dirugikan dengan adanya penolakkan dari panitia Pilkades saat sejumlah saksi meminta memeriksa kondisi surat suara yang masih dalam kotak suara. Kemudian adanya warga  yang berdomisili di kecamatan lain tapi menggunakan hak suaranya di desa Semboja.Padahal warga tersebut sudah tercamtum di Daftar Pemilih Tetap ( DPT) mereka bertempat tinggal.   


Ada empat calon yang maju pada pilkades yaitu, nomer urut 1 Untung Basuki memperoleh suara 601,Agus Kholik 104 suara, Sri Haryani 370 suara, dan Suharno 301 suara. Surat suara rusak mencapai 744 surat suara. " Panitia pilkades juga tidak pernah mensosialisasikan kartu surat suara dan bagaimana cara mencoblosnya," pungkasnya menyampaikan aduan.

Terkait hal itu Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Agus Salim, mengatakan, pengaduan dugaan kecurangan warga desa Semboja ke DPRD merupakan masukan untuk nantinya disampaikan kepada pihak terkait yang lebih berwenang. Agus juga mengungkapkan, selain Desa Semboja ada 11 desa lainnya juga mengadukan perihal terjadinya dugaan kecurangan dalam proses Pilkades. " Terima kasih atas kedatangan bapak- bapak sekalian, atas pengaduan ini kami sebagai wakil rakyat menerimanya, karena kewenangan sengketa Pilkades mekanisme ada di Dinas Pemberdayaan masyarat Desa dan Bupati. Kami juga masih menunggu data dari 11 desa yang mengadu ke Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa terkait adanya dugaan kecurangan dalam proses Pilkades,"ujarnya.

Menurut politisi asal PKB ini mengutarakan, dari informasi  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) banyak pihak yang  merasa tidak puas atas kerusakan surat suara akibat ketidaktahuan dan salah coblos pada Pilkades serenta 29 Oktober  2017 lalu,  hal ini diakibatkan karena tidak mendapat sosialisasi penjoblosan secara maksimal oleh Badan Permberdayaan Masyarakat Desa (BPMD).

Agus mengatakan,  banyak masukan adanya lipatan surat suara pada pemilihan Kades serentak tidak tepat dan sangat menjebak pemilih melakukan kesalahan. "Persoalan salah coblos Pilkades banyak terjadi tidak hanya di Desa semboja saja, tapi merata  di semua Desa yang melaksanakan  Pilkades  banyak yang rusak akibat salah coblos,"ujarnya.( Makmur/Kbk)      




BERITA TERKAIT