Rabu, 08 November 2017 - 22:12:16 WIB
Masih Sebatas Lisan, Amanat DPW PKB Usung Habib Ali
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Politik dan Parlemen - Dibaca: 136 kali




Kabarberitaku.com, ( Tegal0- Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) KOta Tegal jauh-jauh hari sudah berencana kembali mencalonkan Habib Ali Zaenal Abidin,SE.Maju dalam pilwalkot tahun 2018.


Namun, ternyata amanat yang diklaim ketua DPC PKB Kota Tegal itu hanya sebatas lisan. Hal ini terungkap dari statemen mantan Wakil Wali KOta Tegal periode 2008 - 2013, kepada kabarberitaku.com ( KR Group ), saat menghadiri rapat koordinasi bersama stakeholder dalam rangka Pilkada serentak pemilihan gubernur Jateng dan walikota Tegal, yang digelar oleh Panwas KOta Tegal, Rabu (08/11/2017).


Pria yang akrab dipanggil Habib Ali menyebutkan bahwa belum ada rekomendasi tertulis untuk dirinya. "Memang secara formil (tertulis belum). Tapi amanat itu sudah dilisankan kok oleh DPW PKB Propinsi Jateng, dan langsung yang bicara memberikan rekomendasi secara lisan ketua DPW PKB, Gus Yusuf," ujarnya

"Informasi terakhir, saat kami Rakor (rapat koordinasi) dengan DPW (PKB Jateng), ketua DPW Gus Yusuf menyampaikan bahwa untuk rekomendasi dari DPP PKB untuk G1 akan diberikan kepada kader yaitu kepada saya" kata Habib Ali Zaenal,"tambahnya

Menurutnya, DPP Partai Kebangkitan Bangsa saat mengeluarkan rekomendasi bukan secara tiba-tiba melainkan telah melakukan survei independen yang ditunjuk langsung oleh DPP PKB.

PKB dalam pilwalkot atau Pilgub nanti, kata Habib Ali, akan membuka peluang koalisi dengan beberapa partai.

Habib Ali beralasan, saat ditanya apa yang melatarbelakangi dirinya bertekad kuat maju dalam Pilwalkot Tegal periode 2018 - 2023, "Ini berawal sudah lama, mereka pada datang ke rumah (saya) menginginkan agar saya maju di Pilwalkot 2018 ini, kami juga ingin meneruskan apa-apa yang sudah baik pada kepemimpinan sebelumnya. Kami ingin mengembalikan kejayaan kota Tegal seperti semula, Tegal itu Jepangnya Jawa Tengah," paparnya.

Menurutnya, program pendidikan gratis 12 tahun harus bisa diberlakukan di kota Tegal, pelayanan kesehatan harus bisa lebih ditingkatkan kualitasnya, saat ada pembangunan infrastruktur harus melibatkan masyarakat kota Tegal, APBD dan APBN yang mengalir di kota Tegal harus bisa mensejahterakan masyarakat kota Tegal. "Ibarat dalam sebuah rumah tangga, Walikota itu bapaknya, wakil walikota itu Ibunya, tugas Bapak Ibu itu harus bisa mengayomi semua masyarakat yang ada di kota Tegal sehingga mereka merasa lebih aman dan sejahtera," pungkasnya.(Susilo/Kbk)




BERITA TERKAIT