Jumat, 13 Oktober 2017 - 22:59:36 WIB
Keluarga Korban Penembakan Oknum Polisi Tidak Puas Dengan Rekonstruksi
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Hukum Kriminal - Dibaca: 213 kali


Reka ulang penembakan oleh polisi di halaman Mapolresta Tegal. Foto: Susilo/Kbk

Kabarberitaku.com, ( Tegal ) - Rekonstruksi kasus penembakan oleh oknum polisi berinisial RE yang menewaskan seorang Ragiman alias Warin (38) warga jalan Blanak Gg.10 No. 22 RT 08 RW 01 Kel. Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota TegaL . Reka ulang dilakukan di Mapolresta Tegal. Kamis (12/11/2017). Dipantau ketat oleh keluarga inti korban Ragiman yang penasaran bagaimana cara seorang oknum polisi berpangkat Brigadir ini menghabisi Ragiman.


Pantauan kabarberitaku.com, reka ulang tak dilakukan di lokasi kejadian di depan Musholla Al Muntaha Hotel Karlita Jalan Brigjen Katamso No. 31 Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal dengan alasan keamanan. Rekonstruksi yang dihadiri para kuasa hukum, keluarga korban, dan pihak Kejaksaan Negeri Kota Tegal dan beberapa teman korban. Bahkan ratusan warga sudah berkumpul di luar gerbang Mapolresta Tegal sejak pagi untuk menyaksikan reka ulang kejadian ini. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke halaman Mapolresta Tegal karena dijaga oleh petugas dari Satuan Sabhara bersenjata lengkap. Untuk mengamanan jalannya reka ulang pembunuhan ini, Polisi Satwa atau K9 juga dikerahkan untuk berjaga- jaga.

Dalam Rekonstruksi terlihat ibunda Ragiman memakai gaun gamis dan kerudung kain bermotif cokelat dan  merah muda menangis histeris dan ingin menyerang pelaku penembakan Brigadir RE." Hukum seberat- beratnya, tembak juga kalau perlu seperti anak saya yang ditembak," teriaknya. Beruntung sejumlah petugas dan warga mampu meredakan suasana. Dan Rekontruksi dilanjutkan.  Proses rekonstruksi melibatkan belasan orang termasuk tersangka, dan saksi-saksi yang berada di TKP saat kejadian. Sedangkan, dua korban baik yang meninggal maupun luka-luka digantikan pemeran pengganti.

Ada sekitar 24 adegan yang diperagakan dalam reka ulang kejadian. Rekonstruksi awal dilakukan di dalam ruang Mapolresta untuk menggambarkan suasana di dalam tempat hiburan. Semua adegan dalam kejadian awal ini tidak terpantau secara jelas, karena dilakukan di dalam ruangan dan kondisi pintu ditutup. Adegan selanjutnya hingga terjadi penambakan digelar di halaman.

Diperagakan dalam rekonstruksi ini sejumlah teman korban bertengkar dengan teman tersangka. Kemudian, korban dan tersangka berlari menghampiri mereka yang terlibat keributan. Dalam adegan ini, korban sempat memukul jidat tersangka hingga tersangka mengeluarkan senjata api dari tas yang disimpan di depan dadanya. Berikutnya, tersangka pun menembakan timah panas ke dada Ragiman, (korban tewas) hingga tembus dan melukai Setyo Utomo (korban terluka).

"Jaraknya seberapa?" tanya penyidik pada tersangka.

Dalam adegan ini terungkap, korban terluka yakni Setyo Utomo berada sekitar 4 meter di belakang korban tewas, Ragiman. Adegan dilanjutkan dengan posisi korban tersungkur setelah tubuhnya terkena peluru. Usai mengikuti reka ulang, Himawan SH, Kuasa Hukum korban menyampaikan, ada yang kurang dalam adegan reka ulang ini."Kami tidak puas karena banyak adegan yang dihilangkan," ujar Himawan.


Senada dengan Himawan,  saksi korban, Roy dan Dian merasa keberatan karena menurutnya ada adegan yang dihilangkan dan direkayasa. "Saya keberatan dengan rekonstruksi itu, ada adegan yang dihilangkan dan ditambahkan. Kenyataan yang terjadi saat itu tidak ada tembakan peringatan, tetapi direkonstruksi ada tembakan peringatan. Ini jelas ada rekayasa dari pelaku ( RE ). Bukan cuma itu, setelah RE menembak Ragiman sampai tersungkur, dia (RE) sempat menganiaya, menendang korban yang sudah tak berdaya tetapi direkonstruksi ini tida ada adegan tersebut," Ucap Roy.

Mendengar protes dari Roy dan Dian, pihak jaksa yang menangani kasus itu angkat bicara. "Rekonstruksi ini untuk membuktikan pasal yang didakwakan yaitu pasal pembunuhan, sebab akibat tadi sudah kita masukkan didalam BAP. Kita endingnya mati toh? Jadi kalau pihak keluarga percaya dengan kami, tolong dukung kami untuk melaksanakan pembuktian. Intinya dia ditembak, mati ditempat" Ucap Depati, jaksa yang menangani kasus pembunuhan itu.


Menyikapi ketidakpuasan pihak korban ini, Joko Santoso SH, Kuasa Hukum tersangka mengatakan, untuk melakukan adegan secara lengkap itu tidak mungkin. Di persidangan nanti, kata dia, saksidi bawah sumpah bisa menjelaskan lebih detail semua kejadiannya.

Sementara Kapolres Tegal kota, AKBP Semmy Ronny Thabaa mengatakan, reka ulang ini baru pra rekonstruksi."Itu baru pra rekonstruksi, lebih detailnya nanti saya tanya anggota saya," ujarnya singkat. (Susilo/Kbk)




BERITA TERKAIT