Sabtu, 23 September 2017 - 22:20:04 WIB
Reaksi Pelajar Usai Nobar Film G30S/PKI di Taman Rakyat Slawi
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 1167 kali


Wakil Bupati Tegal Hj. Umi Azizah memberikan sambutan saat Nobar Fillm G30S/PKI di Trasa.( Foto : Humas to Kbk)


Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI digelar di Taman Rakyat Slawi ( Trasa ), Sabtu (23/09/2017) malam.

Selain masyarakat, nonton bareng ini juga dihadiri para anggota keluarga TNI. Tingginya antusiasme penonton Taman Rakyat Slawi penuh sesak, hingga sebagian harus rela berdiri dan duduk di lantai.

Anak-anak hingga orang dewasa tampak bergabung dalam acara nonton bareng tersebut. Film yang diputar berdurasi relatif pendek, karena sebagian adegan yang dinilai mengandung unsur kekerasan tidak ditayangkan.

Pemutaran film ini dinilai penting untuk menambah pengetahuan sejarah sekaligus mengingatkan generasi muda akan bahaya komunisme yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Wakil Bupati Tegal Hj. Umi Azizah mengatakan, semua pihak diminta menanggapi positif acara nonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) yang diselenggarakan TNI dan beberapa partai politik. Sejarah bangsa ini penting agar tidak terlupakan, terutama bagi generasi muda.

"Nobar tentang PKI itu penting, supaya sebagai bangsa ini tidak lupa sejarah," kata Wabup.


Sementara salah seorang remaja Agung, yang masih duduk dibangku SLTA (17), setelah menonton film G3S/PKI, berharap acara seperti ini terus digelar tiap tahun untuk mengingatkan akan sejarah yang pernah dialami bangsa Indonesia. "Tapi lebih bagus kalau filmnya dibikin versi baru. Biar lebih berwarna dan enggak bosan nantinya," tutur Agung.

Riski (16) pelajar lainnya, mengungkapkan gambaran film tersebut yang sudah melalui proses edit. "Film sekarang kebanyakan dipotongnya. Kalau yang asli kan lebih panjang dan seru. Kalau sekarang sebentar dan adegan yang serunya banyak dipotong," ujar Riski.

Pantauan kabarberitaku.com, film tersebut banyak yang mengalami sensor terutama saat adegan kekerasan dan berdarah. Bahkan dari film yang semula berdurasi sekitar empat jam, kali ini hanya ditayangkan dalam durasi sekitar satu jam.( Makmur/kbk)




BERITA TERKAIT