Rabu, 20 September 2017 - 21:59:31 WIB
Rekrutmen Anggota Paswascam di Kabupaten Tegal Diprotes
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Politik dan Parlemen - Dibaca: 918 kali


Tampilan halaman facebook Hasan Ayahe Khaniq.



Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Proses rekrutmen Panwascam yang dilaksanakan Panwaskab Tegal ,  untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018, mendapatkan protes dari berbagai pihak. Diantaranya dari salah seorang pendaftar atau peserta seleksi Panwascam bernama Nur Aidi. Dalam komentarnya di halaman wall Hasan Ayahe Khaniq,  Nur Aidi mempertanyakan soal lolosnya salah seorang perserta tes tertulis yang tidak mengikuti seleksi tes tertulis Panwascam.

" Nur Aidi
Nur Aidi Kok aneh ya....
Aku no 20/pokja/talang/2017
Depan aku 19/pokja/talang/2017 bangku nya kosong, gak hadir di tes tertulis, tapi kok bisa lolos ya? Gmn tuh?????" tulis Nur Aidi di akun facebook Hasan Ayahe Khaniq yang mengunggah pengumuman hasil seleksi tes tertulis Panwascam.


Bahkan sejumlah warga juga mengeluhkan tidak bisa mengakses alamat pengumuman http://panwaskabtegal2017.blogspot.co.id/2017/09/pengumuman-hasil-tes-tertulis-calon_95.html?m=1. Namun tak lama kemudian salah satu angota Panwaskab Tegal Abdul Mugni melalui aku facebooknya mengunggah kembali url http://panwaskabtegal2017.blogspot.co.id/2017/09/pengumuman-hasil-tes-tertulis-calon_49.html, setelah beberapa orang memberikan komentar protes pengumuman hasil seleksi tes tertulis yang diunggah oleh akun facbook Hasan Ayahe Kaniq.

Menanggapi hal itu mantan Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu dan Penyelesaian Sengketa Pemilu Panwaslu Kabupaten Tegal, Tasikhin, mengatakan, Sebagai pengawas penyelenggaraan pemilihan di kabupaten/kota, panwas memiliki peran strategis dan urgen dalam mengawasi ha-jat pesta demokrasi di daerah. Untuk itu dibutuhkan individu-individu yang memiliki kompetensi dan berintegritas tinggi. Bila tidak, keberadaan panwas bukan membuat pertandingan menjadi indah, dan menyelesaikan kusut sengketa, malah membuat masalah menjadi kusut dan tak terselesaikan. Setidaknya ada beberapa hal yang mesti dimiliki oleh Panwas Kabupaten/Kota.

Pertama, kapabilitas, artinya seorang Panwas Pemilihan Kabupaten/Kota  harus menguasai materi dan strategi pengawasan pemilu, sistem hukum, politik dan perundang-undangan mengenai pemilu, serta mengetahui detail-detail setiap permasalahan dan solusi mengatasinya. Bagaimana mungkin panwas akan mengawasi pertandingan, bila panwas sendiri tidak menguasai aturan-aturan permainan.

Kedua, integritas, seorang panwas harus memiliki integritas yang jelas dalam melaksanakan tugasnya. Penguasaan materi pengawasan tidak akan efektif, apabila tidak disertai dengan integritas yang tinggi. Apalagi persoalan pemilihan kepala daerah sarat berbagai kepentingan politik. kalang-kalang orang, bisa membuat  panwas menjadi bomerang. Problem yang selama ini menyelimuti dan menghantui bangsa ini adalah integritas. Integritas seakan menjadi barang langka dan mahal dalam laku anak bangsa. Dalam bahasa agama, kita menginginkan panwas yang berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

" Adanya protes yang ramai dibicarakan di media sosial, oleh salah satu peserta, menggambarkan bahwa kinerja Panwaskab Tegal,  dalam rekruitmen Panwascam dipertanyakan soal kredibilitas dan integritasnya serta profesionalnya, hal ini patut diduga adakah unsur kesengajaan atau bagimana ?? sampai ada peserta yang tidak ikut tes ujian tertulis bisa lolos ujian tertulis, Panwaskab itu sebuah lembaga tidak sembarangan mengumumkan sesuatu. Apalagi ada tim seleksi dan koreksi yang sudah disiapkan oleh Panwaskab," kata Taskhin kepada kabarberitaku.com, Rabu ( 20/09/2017).

Sementara  pemerhati sosial, Nur Said mengatakan, munculnya unggahan protes yang dilayangkan oleh akun bernama Nur Aidi, mengkhawatirkan proses rekrutmen calon anggota  Pengawas Kecamatan  rawan akan praktik titipan dari pihak yang berkepentingan di Pilkada Kabupaten Tegal. Terlebih lanjut Said, adanya pengumuman hasil ujian tertulis seleksi Panwaskab Tegal yang diunggah pertama ada kejanggalan, pada pengumuman tersebut khususnya di kecamatan Talang pada angka lima ( 5 ) tertulis nomer pendaftaran 019/POKJA/TALANG/2017 Achmad Farkhan dinyatakan lulus ujian.

Namun pada pengumuman kedua perihal yang sama, dan disinyalir telah dirubah setelah mendapatkan protes di medsos atas nama Achmad Farkhan menjadi hilang.

" Dari kejadian ini, kinerja rekan - rekan Panwaskab Tegal perlu ditanyakan dalam rekruitmen Panwascam yang sedang berlangsung, Banwaslu Jateng harus turun tangan ke kabupaten Tegal untuk menindaklanjuti persoallan ini, jangan sampai dibiarkan, apalagi sudah menjadi komsumsi publik di Medsos. Jika perlu rekruitmen Panwascam yang berlangsung diulang kembali agar lebih transparan, terbuka dan adil," pungkasnya.( Soleh/Kbk)

Sumber https://www.facebook.com/hasan.a.nur?fref=ts          




BERITA TERKAIT