Senin, 11 September 2017 - 21:28:23 WIB
Mahasiswa Akademi Bela Negara Hujani Pertanyaan DPRD Kabupaten Tegal
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Gaya Hidup - Dibaca: 196 kali


Mahaisiswa ABN berdialog dengan DPRD Kabupaten Tegal.(Foto:Makmur/kbk)







Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Sebanyak 19 Mahasiswa Akademi Bela Negara ( ABN ) Partai NasDem, ditugaskan di Kabupaten Tegal. Mereka ditugaskan untuk mempelajari bagaimana  untuk mencari potensi atau gali potensi dimana para Mahasiswa ABN ini menjalakan Pratek Kerja Lapangan ( PKL).


Demikian dikatakan wakil ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Solichin kepada kabarberitaku.com, Selasa ( 11/9/2017) usai menemui mahasiswa ABN dalam dialog singkat bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tegal, diruang badan anggaran ( Bangan ) DPRD kabupaten Tegal.



Sementara pantuan kabarberitaku.com, diruang Badan Anggaran ( Bangan ) DPRD Kabupaten Tegal, sejumlah mahasiswa ABN menghujani para wakil  rakyat ini dengan berbagai pertanyaan setelah mendapatkan penjelasan singkat  tentang proffil  kabupaten Tegal. Diantaranya salah satu Mahasiswa ABN asal Maluku, bernama Rully, mempertanyakan langkah kongkrit apa yang dilakukan oleh DPRD, dengan APBD 2017 sebesar Rp. 2,7 Triliun agar APBD tersebut dapat berjalan efesien dan efktif??. Kemudian pertanyaan lainnya datang dari mahasiswa ABN asal Kecamatan Kramat kabupaten Tega, Roni, dalam diskusi tersebut Roni mempertanyakan dulu kabupaten Tegal terkenal dengan julukkan Jepangnya Indonesia . Namun julukan tersebut tidak terdengar lagi. Upaya apa yang dilakukan oleh DPRD sebagai salah satu bagian dari  pemerintah kabupaten Tegal untuk bisa mengembalikan nama Tegal ditinggkat Nasional bahkan Internasional yang terkenal  karena disebut-sebut sebagai daerah yang mampu berinovasi di berbagai bidang industri otomotif dan industri logam ??.

Pertanyaan berikutnya hadir disampaikan oleh Budi Mahasiswa ABN asal Kabupaten Grobogan, sesuai dengan penjelasan yang disampaikan kabupaten Tegal merupakan wilayah yang terdiri dari laut, pegunungan. Apa saja peraturan daerah ( Perda ) yang dilahirkan untuk dapat mendukung potensi yang di kabupaten Tegal.

Mendengar pertanyaan tersebut, Wakil ketua DPRD Kabupaten Tegal Agus Solichin, dan Wakil Ketua DPRD Rustoyo, memberikan jawaban kepada para mahasiwa ABN sesuai dengan pertanyaan yang diajuka.

" Menjawab pertanyaan saudara Rully, sebagai wakil rakyat yang mempunyai fungsi dalam penganggaran, legeslasi, dan pengawasan, melalui komisi - komisi kita dalam setiap tri wulan melakuan evaluasi terhadap realisasi serapan anggaran pada SKPD / OPD, kemudian sebagai upaya DPRD Kabupaten Tegal,untuk mengembalikan Tegal sebagai Jepangnya Indonesia, dibutuhkan kerjasama semua lini, baik pemerintah daerah, masyarakat, dan elemen lainnya. DPRD sendiri  mendorong dengan meminta agar pinjaman modal bagi masyarakat yang begerak dibidang industri logam  diberikan kemudahan,selain mendesak dinas terkait agar turut mendukung dengan cara mempromosikan produk - produk asal Tegal, tentunya hal ini sesuai dengan visi Bupati Tegal diantaranya adalah mencintai dan menggunakan produk asal Tegal.

Sementara DPRD sebagai fungsi lesgeslasi, sudah banyak Perda yang dilahirkan oleh DPRD Kabupaten Tegal dan pemerintah kabupaten Tegal, untuk mendukung potensi yang ada di kabupaten Tegal, disektor pertanian kita ada Perda Perlindungan lahan ( RTRW), Perda perlindungan burung hantu sebagai predator hama pertanian, sedangkan Perda lainnya Perda tentang pariwisata, nanti jika ingin mendapatkan Perda tersebut bisa minta dibagian Hukum Pemkab Tegal," jelas politisi asal partai Golkar di benarkan oleh Wakil ketua DPRD Kabupaten Tegal Rustoyo.        

Senada dengan wakil ketua DPRD Agus Solichin, Ketua DPD Partai Nasdem  Kabupaten Tegal , H. Fajar Sigit Kusuma Jaya BnSE, SH, MM, menungkapkan, para mahasiswa ABN tersebut di kabupaten Tegal selama 14 hari akan melakukan analis dan atasi masalah di daerah. "  Mereka ditugaskan untuk mempelajari bagaimana  untuk mencari potensi atau gali potensi dimana para Mahasiswa ABN ini selama Pratek Kerja Lapangan ( PKL). Dan mereka akan merealisasikan ilmu yang mereka miliki selama pendidikan," kata Fajar. (Makmur/Kbk)




BERITA TERKAIT