Kamis, 13 Juli 2017 - 23:05:10 WIB
Retribusi Parkir di Obyek Wisata Guci Terindikasi Bocor
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Politik dan Parlemen - Dibaca: 155 kali


Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Drs Munif menunjukan LPj setoran parkir Dinas Periwisata dan Kebudayaan yang dinilai janggal.(Foto:Makmur/kbk)



Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Obyek Wisata air panas Guci  terindikasi mengalami "kebocoran". Pasalnya, dari Laporan Pertanggung Jawaban ( LPj ) tahun 2016, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga setempat, retibusi parkir dari obyek wisata andalan di kabupaten Tegal hanya setor ke kas daerah sebesar 218.960.000/tahun.   

Demikian dikatakan ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Drs. Munif kepada kabarberitaku.com, belumlama ini. Menurutnya, kebocoran PAD sistem kutipan retribusi parkir di OW Guci terdapat kejanggalan utamanya yang dikelola oleh pemuda desa setempat ( karang taruna) yang setahun hanya menyetorkan Rp. 47.437.200,-." Kita tahu Guci merupakan lokasi wisata andalan kabupaten Tegal, yang tentunya dikunjungi wisata ratusan hingga ribuan wisatawan apalagi jika dihari besar dan libur. Masa retibusi parkir yang disetorkan ke kas daerah hanya Rp. 47 jutaan dari jasa  penitipan sepeda motor, termasuk yang dikelolan dinas pariwisata dan kebudayan hanya diangka Rp. 200 juta lebih, ini ada kejangglan dan kami mensyalir ada kebocoran," kata politisi asal PKB ini.

Munif menegaskan, terkait hal itu  komisi IV DPRD Kabupaten Tegal akan memanggil pihak terkait untuk mengevaluasi kecilnya PAD dari restribusi parkir di OW Guci." Kami akan memanggil Dinas terkait dan pengelola parkir di kawasan OW Guci. Untuk meminta kesepakatan atau perjanjian antara Pemkab Tegal dalam hal ini dinas Pariwisata dan kebudayaan dengan pihak pengelola parkir, kami akan kaji dan teliti jika memang ada surat perjanjaian atau kesepakatan soal pengelolaan parkir tersebut. Yang jelas karena sudah ada setoran ke Kas Daerah tentunya harus ada MoU antara Dinas dengan  belah pihak kedua sebagai pengelola parkir dikawasan OW Guci," jelasnya    

Menurut Munif, dalam melakukan kutipan retribusi parkir, para juru parkir (jukir) seharusnya tanpa menggunakan karcis retribusi, yang dilengkapi porporasi dan nomor seri yang sejatinya dikeluarkan dinas Pendapatan kabupaten Tegal." Ya jika memang untuk PAD harusnya menggunakan karcis parkir dari yang dikeluarkan oleh Dinas pendapatan,"ucapnya.(Makmur/Kbk)




BERITA TERKAIT