Selasa, 20 Juni 2017 - 03:27:21 WIB
Puluhan Penghuni Rumah Susun di Tegal Keracunan Usai Makan "Nasi Kotak"
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Hukum Kriminal - Dibaca: 74 kali


Kabarberitaku.com, ( Tegal )- Puluhan warga penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal, mengalami keracunan massal. Diduga mereka keracunan akibat usai menyantap nasi kotak saat buka puasa bersama , bersama dengan wali kota Tegal. ‎Acara buka bersama itu digelar Minggu (18/6/2017) di kompleks Rusunawa dan diikuti penghuni yang tinggal di tiga blok.

Dalam acara itu, dibagikan takjil, dan nasi kotak dengan lauk ayam bakar, sambal goreng, perkedel, dan bihun. Lebih dari 50 anggota Kepala Keluarga (KK) mengeluhkan ciri-ciri seperti keracunan makanan meliputi mual, muntah, diare, dan kepala pusing sehingga membutuhkan penanganan medis.

Ketua RT 01/9 Blok A, Mulyono, mengakui mendapat banyak keluhan dari warga di lingkungannya. Mereka mengaku terserang diare dan mual, muntah secara bersamaan. Berdasarkan pengakuan dari warganya, keracunan tersebut terjadi setelah hampir seluruh warganya mengkonsumsi nasi kotak dan ponggol yang dibagikan saat buka bersama dengan Wali Kota Tegal H KMT Siti Masitha Soeparno pada Minggu (18/6/2017) lalu. "Ini dugaan sementara, keterangan dari warga yang mengalami keracunan akibat mengkonsumsi nasi kotak dan ponggol," jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Arifin (32), warga penghuni Blok C no 209 yang mengalami mual, muntah, hingga diare berulang kali sejak Senin (19/6) dini hari. Sebab, sejak berbuka hingga makan sahur ia mengaku hanya mengkonsumsi nasi kotak yang dibagikan pengelola Rusunawa dengan menukar kupon dan undangan.

"Tekstur ayam bakarnya waktu dimakan sudah agak lengket tapi gak tahu kalau tidak layak konsumsi jadi ya dimakan saja," jelasnya. Ketua RW 9, Agung Subekti, membenarkan banyaknya warga penghuni Rusunawa yang diindikasi mengalami keracunan massal. Bahkan, keracunan massal menimpa pada warga Rusunawa dari mulai lansia, dewasa, remaja, anak-anak hingga balita. Mereka terkena imbas setelah mengkonsumsi nasi kotak dan ponggol.

"Kami berharap ada pertanggungjawaban dari pihak terkait hingga tuntas atas keracunan massal ini," katanya. Terpisah ,

Kepala Puskesmas Tegal Barat Bambang Kuswantoro menambahkan, ada puluhan pasien yang berobat langsung ke Puskesmas sejak Senin (19/6) pagi dengan ciri-ciri keracunan. Sehingga, agar lebih memudahkan pelayanan, pihaknya mengirimkan lima personel untuk memeriksa kondisi kesehatan warga Rusunawa di lantai dasar sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai. "Informasi sementara, puluhan warga sudah dicek kondisi kesehatannya. Bahkan, ada warga yang harus dirawat intensif di Puskesmas Tegal Barat karena kondisinya lemah, lanjut, ada sekitar 70 sampai 80 warga yang memeriksakan diri, dengan korban keracunan dari anak-anak sampai dengan lansia, akibat keracunan belum bisa dipastikan karena masih dalam proses pemeriksaan di Laboratorium. Yang kami lakukan yaitu penanganan dan pengobatan kepada warga,” katanya.Senin (19/06/2017)

Terkait penanganan medis, lanjut Bambang, pihaknya sudah melakukan penanganan dini meliputi pemeriksaan kondisi fisik, pemberian oralit, pengambilan sampel makanan untuk di uji lab, serta menggali informasi terkait keluhan dan penyebab terjadinya keracunan massal tersebut.( Soleh/Kbk)




BERITA TERKAIT