Kamis, 18 Mei 2017 - 13:12:48 WIB
Ini Harapan Bupati Tegal Di Hari Jadi Yang Ke-416
Diposting oleh : Kabarberitaku
Kategori: Gaya Hidup - Dibaca: 247 kali



 

 Kerjar Target WTP

Kabarberitaku.com, ( Slawi )- Tepat pada Hari Rabu , 18 Mei 2018, Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten ke-416 diperingati.Dalam amanatnya, Bupati Tegal, Enthus Sumono, menyebut mempunyai harapan besar untuk kemajuan KabupatenTegal kedepan.

"Di usia yang ke-416, bukan merupakan usia yang belia untuk sebuah daerah. Dengan peringatan hari jadi ini kita mampu menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, bersama- sama membangun kabupaten Tegal, beras didalam mesin resmil harus bersih baik bersih berasnya, dan mesin, kita saling mengingatkan saling mengkritik, mengingatkan, dan saya paling suka jika ada keluhan dari masyarakat langsung ke saya, disitulah saya bisa mengukur sejauh mana kinerja saya, begitu juga dengan DPRD sebagai fungsi pengawasan dan fungsi lainnya,  sinergi inilah yang  saya harapkan, seperti  orang membajak, ada dua kerbau yang berjakan menarik bajak, dengan tujuan  sawah itu menjadi subur, berkah untuk masyarakat kabupaten Tegal,” Kamis (18/5/2017).

Bupati mengatakan, selama kepemimpinannya masih banyak yang harus dibenahi dari berbagai sektor. Utamanya disektor aset. Selain itu kata Bupati, pemerintah kabupaten Tegal butuh kinerja keras dari OPD/ SKPD untuk mengejar Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “ Untuk mencapai WTP ini butuh keseriusan, lah ini keseriusan ini yang saya ngak tahu, atau mungkin tidak tahu,  semisal aset ini hilang laporkan hilang, yang penting jelas  kemana – kemana ini aset ini. Dimana kerja SKPD tegas ini uang negara, ini harta negara dimana dan untuk apanya harus jelas,” kata Bupati Tegal.

Disisi lain, Bupati Tegal optimis pemerintah kabupaten Tegal bisa mencapai terget WTP, meskipun masih terdapat kendala. Ketika disinggung mengenai, adanya kerugian negara dalam kasus proyek jalan Karangjambu – Guci yang belum kembali ke kas daerah. Bupati, menyatakan hal itu tidaklah berpengaruh.

”  Tidak hubungan dengan itu, aset ini adalah ketika masih berpekara dianggap belum selesai, wong aset hilang saja yang penting jelas, jika hilang yang bilang saja hilang,” ujar Bupati. (Makmur/Kbk)




BERITA TERKAIT